AgendaBeritaGaleri

PROGRES PERSIAPAN DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KAB. MANDAILING DALAM RANGKA PELAKSANAAN JAMBORE TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) XVIII TINGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2018 DI KOTA TEBING TINGGI (LAPANGAN MERDEKA SRI MERSING)

Panyabungan, 19 September 2018.

Sebagai tindak lanjut dari rapat terdahulu (http://dpmd.madina.go.id/dinas-pemberdayaan-masyarakat-dan-desa-kabupaten-mandailing-natal-mengajak-opd-lain-melalui-rapat-bersama-sama-menghadapi-jambore-teknologi-tepat-guna-ttg-ke-xviii-tingkat-provinsi-sumatera-utara-ta/) rapat yang sama digelar kembali yaitu pada hari Rabu tanggal 19 September 2018 di Aula Kantor Bupati Mandailing Natal.  Sebagai dasar pelaksanaan rapat ini adalah Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor : 005/2859/DPMD/2018, tanggal 18 September 2018.

Rapat dimpimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Bapak Drs. MHD. Syafei Lubis, M.Si), Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Alamulhaq Daulay, SH), dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).  Rapat dihadiri oleh Pimpinan OPD atau yang mewakili.

Hal-hal yang dibicarakan dalam rapat sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala Dinas PMD adalah tentang peran serta OPD Kab. Mandailing Natal yang bersentuhan langsung dengan pembinaan masyarakat maupun kelompok (sesuai Tupoksi) sehingga menghasilkan inovasi dan layak dipersembahkan pada Jambore TTG  XVIII Tingkat Provsu. Tahun 2018.  TTG Tingkat Provinsi bukan semata hanya menjadi tanggung jawab Dinas PMD saja, akan tetapi menjadi tugas bersama sehingga yang dipertontonkan ini merupakan kebesaran Kab. Mandailing Natal.

Hasil rapat memutuskan bahwa yang akan dipertontonkan dalam hal inovasi adalah : kompor bio gas (inovasi M. Ja’far), kompor gas Pertamax (inovasi M. Ja’far), pemancar radio portable (inovasi M. Ja’far), vacum cleaner (inovasi Mhd. Farhan dan Dwi Rahman Syahputra), sirkulasi air pada mina padi (Posyantek Nauli), dan pisau okulasi (Posyantek Nauli).

Untuk produk adalah : pakan ternak konsentrat penggemukan sapi (Badan Penelitian dan Pengembangan), tas dan sepatu dari bahan baku daun pandan (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), budidaya pohon buah Tin (Dinas Ketahanan Pangan), pupuk organik dari daun kangkung untuk tanaman padi (Dinas Pertanian), keripik, sirup, dan selai dari mangrove (Dinas Kelautan dan Perikanan), peralatan budidaya madu lebah (Taman Nasional Batang Gadis), dan tepung mokaf dari bahan ubi untuk bahan baku kue (Posyantek Nauli).

Untuk produk unggulan khas daerah adalah : kopi Mandailing (binaan Dinas Ketahanan Pangan), dodol Mandailing (produksi Desa Huta Siantar – Panyabungan), dan kipang Mandailing (produksi Banjar Sibaguri – Panyabungan).

Untuk kesenian daerah adalah : Gordang Sambilan dan Tortor (adat budaya Mandailing), tari Salapan, tari Barampek, dan tari Payung (adat budaya Pantai Barat).  Untuk yang terakhir ini belum dapat dipastikan, koordinasi yang matang sangat diharapkan.

Petugas dan personil sebagai anggota TIM yang akan mengikuti adalah : Petugas dari Dinas PMD sebanyak 8 orang, masing-masing 1 orang (inovator/pendamping) dari setiap inovasi; Tim Taman Nasional Batang Gadis (lebah madu), dua orang petugas untuk produk unggulan daerah, personil keseniaan daerah, semua pimpinan OPD dan Nyonya (pasangan) melalui undangan Bapak Bupati/Sekretaris Daerah untuk dapat bersama-sama hadir pada acara pembukaan, atau malam penampilan kesenian daerah atau malam penutupan (salah satu hari selama pelaksanaan TTG XVIII Tahun 2018).

By : Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Informasi Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close