Tahun: 2018

  • TIM PROVINSI SUMATERA UTARA EVALUASI LOMBA PAAR (POLA ASUH ANAK REMAJA) PENUH CINTA KASIH TAHUN 2018 DI DESA SABAJIOR KEC. PANYABUNGAN BARAT

    Panyabungan, 6 Nopember 2018.

     

    Tanggal 17 Oktober 2018, dengan Surat Ketua TP.PKK Provsu. (Ny. Nawal Edy Rahmayadi) dengan Nomor 125/SKR/PKK Prov/X/2018, memberitahukan bahwa Tim Provinsi akan berkunjung ke Kabupaten Mandailing Natal untuk melakukan evaluasi.  Hari ini, Tim yang dimaksud telah tiba ke Desa Sabajior Kec. Panyabungan Barat Kab. Mandailing Natal untuk melakukan evaluasi.  Selain untuk Desa Sabajior, Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan, juga dievaluasi.

    Susunan acara pada evaluasi ini adalah : Pembukaan, Do’a, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKK oleh TP.PKK Desa, Kata Sambutan Kepala Desa, Laporan Singkat Ketua TP.PKK Desa, Penampilan Paud (Ayat-ayat pendek Al-Qur’an dan Tarian), Penampilan Drama Remaja, Arahan dan Bimbingan Ketua TP.PKK Kabupaten, Senam Lansia, Bimbingan Dan Arahan Bupati Mandailing Natal, Kata Sambutan Tim Evaluasi Provinsi, Simulasi (Yel-yel PAAR dan Bina Keluarga Balita).

    Ketua TP.PKK Kab. Mandailing Natal Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution mengharapkan, atas upaya yang telah dilakukan masyarakat Desa Sabajior bersama-sama dengan OPD Kab. Mandailing Natal dalam membina menuju Pola Asuh Anak Remaja seperti penyuluhan-penyuluhan tentang pemberdayaan perempuan, minat baca, bahaya narkoba, Keluarga Berencana, dan lain-lain agar masuk dalam nominasi yang terbaik untuk tingkat Sumatera Utara Tahun 2018.  Dan hendaknya Pola Asuh Anak Remaja ini tetap bertahan di Desa Sabajior walau Tim Evaluasi sudah kembali.  Tidak hanya berakhir sampai masa evaluasi.

    Arahan dan bimbingan Bupati Mandailing Natal disampaikan oleh Sekdakab. Mandailing Natal.  Bapak Drs. MHD. Syafei Lubis, M.Si.  Beliau mengatakan bahwa Desa Sabajior Kec. Panyabungan Barat sebagai Kategori Lomba Pola Asuh Anak Remaja termasuk salah satu Desa Binaan yang layak untuk dievaluasi di tingkat Sumatera Utara Tahun 2018, menunjukkan bahwa Desa Sabajior sebagai pilot project Pola Asuh Anak Remaja untuk daerah-daerah lainnya di Kabupaten Mandailing Natal pada khususnya.  Selanjutnya, mari Kita budayakan pemakaian musik daerah.  Sudah lama Kami bersama Bapak Bupati membicarakan agar musik daerah sebagai pengiring musik dalam senam.  Baru kali inilah terlaksana, di Desa Sabajior yaitu yang dilakukan dalam mengiringi senam yang dilakoni oleh lansia tadi.

    Berdasarkan penampilan-penampilan masyarakat Desa Sabajior termasuk kemampuan membaca Al-Qur’an, tarian, simulasi, drama, dan lain-lain merupakan bahan pemahaman bagi Tim Evaluasi sejauh mana Desa Sabajior dibina, dan sejauh mana Desa Sabajior mampu menerapkan apa yang telah dibina tersebut.

    Tim Pemprovsu. dalam evaluasinya menyampaikan bahwa peran OPD sangat menentukan menjadi Desa Terbaik Kategori Lomba Desa Binaan.  Selain pembinaan-pembinaan, papan merek yang dipasang secara permanen dengan pesan-pesanya seperti pesan-pesan dari Kependudukan, Keluarga Berencana, Masalah Narkoba, Gemar Membaca, dan lain-lain.

    Selanjutnya Tim menyampaikan jenis-jenis pola asuh, yaitu pola asuh otoriter, demokratis, pola asuh tanpa kendali, dan pola asuh perlindungan yang berlebihan kembali dijelaskan agar masyarakat Desa Sabajior lebih memahami betapa pentingnya pola asuh yang dapat mendekatkan hubungan kehangatan antara anak dengan orangtua, dan antara orangtua dengan anak.

    Pola Asuh didefinisikan sebagai usaha orangtua dalam membina anak dan membimbing anak baik jiwa maupun raganya sejak lahir sampai dewasa (18 tahun).  Selain itu, yang dimaksud dengan pola asuh adalah kegiatan kompleks yang meliputi banyak perilaku spesifik yang bekerja sendiri atau bersama-sama yang memiliki dampak pada anak. Tujuan utama pola asuh yang normal adalah menciptakan kontrol

    Akhir evaluasi, Ketua TP.PKK Desa Sabajior dibantu beberapa anggota PKK berupaya meyakinkan Tim agar menjadi yang terbaik di Sumatera Utara Tahun 2018.

     

    By :

    Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

    Kabupaten Mandailing Natal.

  • DESA BINAAN KABUPATEN MANDAILING NATAL KATEGORI LOMBA HATINYA PKK, PAAR CINTA KASIH, DAN DIBERITAKAN DALAM SURAT KETUA TP.PKK PROVINSI SUMATERA UTARA, TIM PROVINSI AKAN TURUN DALAM RANGKA EVALUASI.

    Panyabungan, 4 Nopember 2018.

     

    Surat Ketua TP.PKK Provsu. (Ny. Nawal Edy Rahmayadi) dengan Nomor 113/SKR/PKK Prov/X/2018, tanggal 12 Oktober 2018 dan Nomor 125/SKR/PKK Prov/X/2018, tanggal 17 Oktober 2018 memberitahukan bahwa Tim Provinsi akan berkunjung ke Kabupaten Mandailing Natal untuk melakukan evaluasi.  Berita ini mengindikasikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal pada kegiatan Desa Binaan Ketegori Lomba HATINYA PKK dan PAAR CINTA KASIH telah memperoleh atau mendapatkan nominasi 6 (enam) besar, dan akan dievaluasi untuk penentuan ranking yang terbaik se-Sumatera Utara.  Kegiatan evaluasi direncanakan hari Selasa, tanggal 6 Nopember 2018 di Desa Sayur Maincat Kecamatan Kotanopan.

    Tentu hal tersebut membuat luapan kesenangan hati Ketua TP.PKK Kabupaten yang sangat luar biasa usahanya dalam memajukan PKK Kabupaten Mandailing Natal telah menampakkan eksistensi.  Hidup PKK ………….

    Dalam perebutan ranking ini, upaya awal telah dilakukan, yaitu dengan melakukan pembinaan-pembinaan yang tiada henti dan bosan-bosannya, untuk menjadi yang terbaik se-Sumatera Utara.  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa melalui Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Nomor 411.3/4209/DPMD/2018, Perihal : Pemberitahuan Jadwal Pembinaan, Tanggal : 24 Oktober 2018, mengajak para OPD, dan Pokja PKK yang terlibat pada Desa Binaan Kategori Lomba HATINYA PKK dan PAAR CINTA KASIH untuk membina secara intensif dan sungguh-sungguh.

    HATINYA (Halaman Asri Teratur Indah dan NYAman) PKK dengan leading sector Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata, dan Dinas Perdagangan giat membina.  Hal ini dibuktikan dengan intensitas kunjungan yang cukup sering oleh para Nyonya (Pokja III maupun Anggota TP.PKK Kabupaten) Kepala Dinas masing-masing.  Sebagai finalisasi persiapan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 4 Nopember 2018 dengan mengadakan Masak Nasi (makan bersama dengan memakai piring daun pisang) dan Makan Lomang Bersama di lokasi HATINYA PKK.  Sedangkan untuk persiapan serimonial difinalisasi oleh Bagian Umum Setdakab. Mandailing Natal pada hari Senin tanggal 5 Nopember 2018.

    PAAR (Pola Asuh Anak Remaja) CINTA KASIH PKK dengan leading sector Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Kesbangpol, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Satuan Polisi dan Pamong Praja, Dinas Perpustakaan, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab., Bagian Hukum Setdakab., Bagian Pemberdayaan Masyarakat dan Trantibum, dan BNN juga tiada henti membina termasuk Pokja I dan Anggota TP.PKK Kabupaten walau di luar jadwal yang telah ditentukan.  Finalisasi persiapan hari Senin tanggal 6 Nopember 2018.  Peralatan dan perlengkapan dipercayakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kepada Kepala Desa.

    Semua OPD/Unit Kerja tersebut tertuang pada Keputusan Bupati Mandailing Nomor 411.3/204/K/2018.

    Khusus untuk Kategori Lomba PTP2WKSS (Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera) evaluasi oleh Tim Provinsi pada minggu pertama bulan Desember 2018 nanti.  Pembinaan-pembinaan pun untuk program ini juga tiada henti-hentinya.  Leading sector PTP2WKSS ini adalah seluruh OPD/Unit Kerja dan semua Pokja TP.PKK.

    PTP2WKSS menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan keluarga melalui peranan wanita untuk mengentaskan 3 rawan di masyarakat, yaitu rawan ekonomi, pendidikan, dan rawan kesehatan.  Kegiatan ini berkesinambungan dari tahun pertama ke tahun kedua.  Desa Banua Rakyat Kec. Naga Juang sebagai Desa Binaan Kategori Lomba PTP2WKSS Kabupaten Mandailing Natal dimulai sejak tahun 2017 terhadap 35 keluarga binaan, dan Tahun 2018 juga terhadap 35 keluarga binaan sebagai tambahan dari tahun sebelumnya.

    Jadwal pembinaan berikutnya pada hari Rabu tanggal 7 Nopember 2018.

    Hal lain yang selalu disampaikan oleh Bupati Mandailing Natal Bapak Drs. Dahlan Hasan Nasution dalam hubungan kemasyarakatan “selaku pelaku Pemerintahan agar menunjukkan kearifan lokal terutama dalam hal perhatian, interaksi, sugesti, identifikasi, simpati, dan sosialisasi kepada masyarakat sehingga akan terbentuk pranata sosial yang cukup kuat pada tatanan kemasyarakatan NEGERI BERADAT TAAT BERIBADAT di Kabupaten Mandailing Natal”.  Dalam pembinaannya OPD dan TP.PKK tidak melupakan petuah itu, makin meningkatkannya.  Dapat dilihat dengan memperhatikan foto-foto kegiatan.

    Mari Kita do’akan sambil bekerja semoga MANDAILING NATAL menjadi salah satu DUTA PROVINSI SUMATERA UTARA pada Tingkat Nasional Tahun 2019 nanti.

     

    By :

    Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

    Kabupaten Mandailing Natal.

     

    KATEGORI LOMBA HATINYA PKK.

    DESA SAYUR MAINCAT KEC. KOTANOPAN.

     

    KATEGORI LOMBA PAAR CINTA KASIH

    DESA SABAJIOR KEC. PANYABUNGAN BARAT.

    KATEGORI LOMBA PTP2WKSS

    DESA BANUA RAKYAT KEC. NAGA JUANG.

  • PROGRES PERSIAPAN DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KAB. MANDAILING DALAM RANGKA PELAKSANAAN JAMBORE TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) XVIII TINGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2018 DI KOTA TEBING TINGGI (LAPANGAN MERDEKA SRI MERSING)

    Panyabungan, 19 September 2018.

    Sebagai tindak lanjut dari rapat terdahulu (http://dpmd.madina.go.id/dinas-pemberdayaan-masyarakat-dan-desa-kabupaten-mandailing-natal-mengajak-opd-lain-melalui-rapat-bersama-sama-menghadapi-jambore-teknologi-tepat-guna-ttg-ke-xviii-tingkat-provinsi-sumatera-utara-ta/) rapat yang sama digelar kembali yaitu pada hari Rabu tanggal 19 September 2018 di Aula Kantor Bupati Mandailing Natal.  Sebagai dasar pelaksanaan rapat ini adalah Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor : 005/2859/DPMD/2018, tanggal 18 September 2018.

    Rapat dimpimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Bapak Drs. MHD. Syafei Lubis, M.Si), Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Alamulhaq Daulay, SH), dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).  Rapat dihadiri oleh Pimpinan OPD atau yang mewakili.

    Hal-hal yang dibicarakan dalam rapat sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala Dinas PMD adalah tentang peran serta OPD Kab. Mandailing Natal yang bersentuhan langsung dengan pembinaan masyarakat maupun kelompok (sesuai Tupoksi) sehingga menghasilkan inovasi dan layak dipersembahkan pada Jambore TTG  XVIII Tingkat Provsu. Tahun 2018.  TTG Tingkat Provinsi bukan semata hanya menjadi tanggung jawab Dinas PMD saja, akan tetapi menjadi tugas bersama sehingga yang dipertontonkan ini merupakan kebesaran Kab. Mandailing Natal.

    Hasil rapat memutuskan bahwa yang akan dipertontonkan dalam hal inovasi adalah : kompor bio gas (inovasi M. Ja’far), kompor gas Pertamax (inovasi M. Ja’far), pemancar radio portable (inovasi M. Ja’far), vacum cleaner (inovasi Mhd. Farhan dan Dwi Rahman Syahputra), sirkulasi air pada mina padi (Posyantek Nauli), dan pisau okulasi (Posyantek Nauli).

    Untuk produk adalah : pakan ternak konsentrat penggemukan sapi (Badan Penelitian dan Pengembangan), tas dan sepatu dari bahan baku daun pandan (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), budidaya pohon buah Tin (Dinas Ketahanan Pangan), pupuk organik dari daun kangkung untuk tanaman padi (Dinas Pertanian), keripik, sirup, dan selai dari mangrove (Dinas Kelautan dan Perikanan), peralatan budidaya madu lebah (Taman Nasional Batang Gadis), dan tepung mokaf dari bahan ubi untuk bahan baku kue (Posyantek Nauli).

    Untuk produk unggulan khas daerah adalah : kopi Mandailing (binaan Dinas Ketahanan Pangan), dodol Mandailing (produksi Desa Huta Siantar – Panyabungan), dan kipang Mandailing (produksi Banjar Sibaguri – Panyabungan).

    Untuk kesenian daerah adalah : Gordang Sambilan dan Tortor (adat budaya Mandailing), tari Salapan, tari Barampek, dan tari Payung (adat budaya Pantai Barat).  Untuk yang terakhir ini belum dapat dipastikan, koordinasi yang matang sangat diharapkan.

    Petugas dan personil sebagai anggota TIM yang akan mengikuti adalah : Petugas dari Dinas PMD sebanyak 8 orang, masing-masing 1 orang (inovator/pendamping) dari setiap inovasi; Tim Taman Nasional Batang Gadis (lebah madu), dua orang petugas untuk produk unggulan daerah, personil keseniaan daerah, semua pimpinan OPD dan Nyonya (pasangan) melalui undangan Bapak Bupati/Sekretaris Daerah untuk dapat bersama-sama hadir pada acara pembukaan, atau malam penampilan kesenian daerah atau malam penutupan (salah satu hari selama pelaksanaan TTG XVIII Tahun 2018).

    By : Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

  • DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN MANDAILING NATAL MENGAJAK OPD LAIN MELALUI RAPAT BERSAMA-SAMA MENGHADAPI JAMBORE TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) KE-XVIII TINGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2018.

    Panyabungan, 14 September 2018.

     

    Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mandailing Natal pada hari Jum’at, 14 September 2018 mengundang OPD lainnya seperti : TP.PKK Kabupaten Mandailing Natal, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Dinas Perdagangan (DPerindag), Dinas Pendidikan (Diknas), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pertanian (DPertanian), Dinas Ketahanan Pangan (DKetapang), Bag. Pemberdayaan Masyarakat dan Trantibum Linmas, Bag. ADM Pembangunan, dan Bag. Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal.

    Ketua TP.PKK Kabupaten Mandailing Natal (Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution) yang didampingi oleh Sekretaris TP.PKK, dan beberapa Ketua Pokja juga turut serta dalam rapat ini.

    Acara ini atas Surat Undangan Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 005/2772/DPMD/2018, tanggal 10 September 2018.

    Agenda rapat seputar pemberitahuan kepada OPD tentang kegiatan TTG, yang merupakan ajang pertaruhan image Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara, bagaimana tingkat kemampuan daerah untuk memiliki (mencipta/berkarya) dan mengelola teknologi pada bidang pekerjaan.  Untuk itu diperlukan sinergitas antar OPD yang merupakan bagian penting dari TTG, misalnya inovasi apa yang akan ditampilkan selain dari DPMD Kab. Mandailing Natal.  Rencana aneka teknologi yang akan ditampilkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa adalah : Sistem pengairan mina padi, vacum cleaner, kompor bio gas, kompor gas pertamax, pemancar radio portable, tepung mokaf, dan pisau khusus okulasi.

    Berikutnya dari produk unggulan khas Mandailing Natal yang akan ditampilkan adalah kopi Mandailing, dodol Mandailing, dan kipang Mandailing.

    Agenda rapat berikutnya adalah pemantapan pembiayaan kegiatan pada APBD di tahun-tahun mendatang dari OPD yang bersinerji atau berhubungan dengan TTG.  Misalnya Dinas Pendidikan untuk kegiatan penampilan Seni Budaya.  Dinas Ketahanan Pangan untuk penampilan teknologi ketahanan pangan, dan lain seterusnya.

    Rapat dilaksanakan di Ruang Kerja Perekonomian dan Pembangunan Sumber Daya Alam dipindahkan (keantusiasan peserta rapat, banyak peserta rapat)  dari RK Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.  Rapat dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bapak Alamulhaq Daulay, SH.  Rapat dimulai pukul 14.30 WIB dan berakhir pada pukul 17.00 WIB.

     

     

    DEFINISI TEKNOLOGI TEPAT GUNA.

    Teknologi tepat guna adalah ada sebuah gerakan idelogis (termasuk manifestasinya) yang awalnya diartikulasikan sebagai intermediate technology oleh seorang ekonom bernama Dr. Ernst Friedrich “Fritz” Schumacher dalam karyanya yang berpengaruh, Small is Beautiful.

    Walaupun nuansa pemahaman dari teknologi tepat guna sangat beragam di antara banyak bidang ilmu dan penerapannya, teknologi tepat guna umumnya dikenal sebagai pilihan teknologi beserta aplikasinya yang mempunyai karakteristik terdesentralisasi, berskala relatif kecil, padat karya, hemat energi, dan terkait erat dengan kondisi lokal.

    Secara umum, dapat dikatakan bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.

    Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif seminimal mungkin dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.

    Baik Schumacher maupun banyak pendukung teknologi tepat guna pada masa modern juga menekankan bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang berbasiskan pada manusia penggunanya.

    Teknologi tepat guna paling sering didiskusikan dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi dan sebagai sebuah alternatif dari proses transfer teknologi padat modal dari negara-negara industri maju ke negara-negara berkembang.  Namun, gerakan teknologi tepat guna dapat ditemukan baik di negara maju dan negara berkembang. Di negara maju, gerakan teknologi tepat guna muncul menyusul krisis energi tahun 1970 dan berfokus terutama pada isu-isu lingkungan dan keberlanjutan (sustainability).  Di samping itu, istilah teknologi tepat guna di negara maju memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.

    Secara luas, istilah teknologi tepat guna biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau kawasan perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju.  Seperti dijelaskan di atas, bentuk dari “teknologi tepat guna” ini biasanya lebih bercirikan solusi “padat karya” daripada “padat modal”. Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu.

     

    By :

    Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

  • KEGIATAN MONITORING DESA/KELURAHAN PELAKSANA TERTIB ADMINISTRASI PKK, PAAR, UP2K PKK, HATINYA PKK, IVA TEST, KESATUAN GERAK PKK KB-KESEHATAN DAN POSYANDU TAHUN 2018 DI KABUPATEN MANDAILING NATAL.

    Panyabungan, 1 September 2018.

     

    Sebagai tindak lanjut Telex Ketua TP.PKK Provinsi Sumatera Utara Nomor : 68/Skr/PKK-Prov/VII/2018 tanggal 24 Juli 2018 Perihal Monitoring Desa/Kelurahan Pelaksana Tertib Administrasi PKK, PAAR, UP2K PKK, Hatinya PKK, IVA Test, Kesatuan Gerak PKK KB-Kesehatan dan Posyandu Tahun 2018, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Mandailing Natal melakukan hal-hal sebagai berikut :

    Hari Jum’at tanggal 24 Agustus 2018 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang terdiri dari Kepala Dinas (Muhammad Ikbal, S. Psi), Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Sosial Budaya (Dra. Wahida Saleh), Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat (MHD. Nasir), Kepala Seksi Sosial Budaya dan PKK (Siti Rahmah Ritonga), Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (Zamruddin Rangkuti), dan 2 (dua) staf melakukan survey lokasi untuk kegiatan monitoring Desa/Kelurahan di Kabupaten Mandailing Natal. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa memilih 5 (lima) kategori lomba untuk dimonitoring, yaitu Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan untuk kategori lomba Hatinya PKK, Desa Muara Botung Kec. Kotanopan untuk kategori lomba Tertib Administrasi, Saba Jior Kec. Panyabungan Barat untuk kategori lomba Pola Asuh Anak dan Remaja, Desa Lumban Pasir Kec. Panyabungan untuk kategori lomba IVA Test, dan Desa Rumbio Kec. Panyabungan Utara untuk kategori lomba UP2K-PKK.

    Sampai dengan selesai dalam pelaksanaan survey ini kira-kira 10 (sepuluh) jam.

    Tim Monitoring Provinsi Sumatera Utara berjumlah 7 (tujuh) orang, berangkat dari Medan tanggal 29 Agustus 2018 pagi hari diperkirakan tiba di Panyabungan Ibukota Kab. Mandailing Natal pada sore harinya.

    Tanggal 30 Agustus 2018 Pukul 09.00 WIB di 5 (lima) Tim Monitoring yang dibagi ke dalam 5 (lima) kelompok berangkat menuju Desa Binaan sesuai dengan kategori lomba, yaitu Kategori lomba Hatinya PKK, yaitu Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan (OPD yang telah dihubungi secara informal untuk pendampingan sekaligus penyediaan transportasi Tim ialah Dinas Pertanian).  Dapat diinformasikan Desa Sayur Maincat merupakan pusat kegiatan Monitoring Desa/Kelurahan Tahun 2018 untuk Kab. Mandailing Natal.

    Kategori lomba Tertib Administrasi, yaitu Desa Muara Botung Kec. Kotanopan (OPD yang mendampingi sekaligus penyediaan transportasi Tim ialah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa).

    Kategori lomba Pola Asuh Anak dan Remaja, yaitu Saba Jior Kec. Panyabungan Barat (OPD yang telah dihubungi secara informal untuk pendampingan sekaligus penyediaan transportasi Tim ialah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

    Kategori lomba IVA Test, yaitu Desa Lumban Pasir Kec. Panyabungan (OPD yang telah dihubungi secara informal untuk pendampingan sekaligus penyediaan transportasi Tim ialah Dinas Kesehatan).

    Kategori lomba UP2K-PKK, yaitu Desa Rumbio Kec. Panyabungan Utara (OPD yang telah dihubungi secara informal untuk pendampingan sekaligus penyediaan transportasi Tim ialah Dinas Koperasi).

    Usai keseluruhan rangkaian acara, TP.PKK Kabupaten dan Provinsi bergabung di Rumah Dinas.  Di sini, Ibu Ketua TP.PKK Kabupaten dan Provinsi telah menunggu untuk pergi bersama-sama melihat secara dekat Taman Raja Batu, Taman Sirisiri Syariah, Panatapan, Areal pertapakan RSUD Mandailing Natal, dan diakhiri ke Puncak Muhasabah.

    By : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

  • PENAMPILAN SENI BUDAYA MANDAILING NATAL : GORDANG SAMBILAN, TORTOR, TARI SALAPAN, TARI PAYUNG, DAN TARI BERAMPEK PADA ACARA ASIAN GAMES FESTIVAL – ASIAN GAMES XVIII TAHUN 2018 DI AREA STADION JAKABARING PALEMBANG – SUMATERA SELATAN.

    Palembang, 21 Agustus 2018

     

    Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal turut berpartisipasi mensukseskan Asian Games dengan menampilkan Seni Budaya Mandailing Natal pada Acara Asian Games Festival – Asian Games XVIII Tahun 2018 di Area Stadion Jakabaring Palembang – Sumatera Selatan.  Sebagai dasar penampilan Seni Budaya Mandailing Natal adalah Surat Panitia Besar Pelaksana Asian Games / Indonesia Asian Games Organising Committee (INASGOC) Nomor 3223/SG/PP-INASGOC/VII/2018, Tanggal 23 Juli 2018.

    Seni Budaya Mandailing Natal yang ditampilkan adalah : Gordang Sambilan, Tortor, Tari Salapan, Tari Payung, dan Tari Berampek.  Hubungan olahraga dengan seni budaya dalam hal pelaksanaan Asian Games Tahun 2018 ini bahwa event Asian Games tidak hanya menjadi event olahraga, tetapi juga momentum untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia dan sekaligus mempromosikan citra Indonesia di dunia (Ketua Panitia Pelaksana Penyelenggara Asian Games Tahun 2018 INASGOC Bapak Erick Tohir saat jumpa pers di Museum Dirgantara Adisutjipto Yogyakarta, 17 Juli 2018).

    Minggu, 19 Agustus 2018 sekitar pukul 16.30 di Open Stage Area Stadion Jakabaring dipertontonkanlah kepada khalayak ramai Seni Budaya Mandailing Natal yang terdiri dari pertunjukan penampilan Gordang Sambilan, Tortor, Tari Salapan, Tari Payung, dan Tari Berampek.  Pertunjukan ini dilaksanakan di hadapan penonton yang didominasi oleh tamu-tamu atau supporter para atlit manca negara (khusus negara-negara Asia ± 45 negara).

    Para pemain pertunjukan Seni Budaya Mandailing Natal semuanya berasal dari Mandailing Natal bersama-sama hadir dengan Pembina, Ketua Rombongan (Sekdakab. Mandailing Natal Bapak Drs. Mhd. Syafei Lubis, Msi.), Pelatih, Pemusik, Penari, Official, dan beberapa Pimpinan OPD (DPMD, Dispora, DPerkim, DPUPR, Distan, DPMPTSP, Dkominfo, Dperpus, Bag. Hukum, dan lain-lain) serta staf.  Turut serta dalam acara pertunjukan ini Bupati Mandailing Natal Bapak Drs. Dahlan Hasan Nasution, Ketua TP.PKK Kabupaten Mandailing Natal Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution (dan beberapa anggota), serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Hj. Ernida Mhd. Syafei Lubis.

    Hari kedua pertunjukan, yaitu Senin, 20 Agustus 2018 sekitar pukur 17.30 di Perkampungan Atlit Area Stadion Jakabaring dipertontonkan kembali pertunjukan atau penampilan Seni Budaya Mandailing Natal yang terdiri dari pertunjukan penampilan Gordang Sambilan, Tortor, Tari Salapan, Tari Payung, dan Tari Berampek.  Penonton pertunjukan kedua ini didominasi oleh para atlit manca negara (khusus negara-negara Asia ± 45 negara).  Antusias penonton sangat luar biasa.  Penampilan kedua ini memakan waktu ± 120 menit.

    Usai penampilan kedua tersebut di atas, ± pukul 21.30 WIB, masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Keluarga Besar Sumatera Utara (Perkabsu) mengundang rombongan Seni Budaya Mandailing Natal yang dipertontonkan di Perkampungan Atlit Area Stadion Jakabaring dengan maksud untuk beramah tamah, melihat langsung bagaimana Seni Budaya Mandailing Natal.  Acara berakhir pukul ± 02.00 tanggal 21 Agustus 2018.

    By. :

    Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

    Kabupaten Mandailing Natal

  • JAMBORE KADER PKK KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2018.

    Taman Raja Batu – Panyabungan, 14 Agustus 2018.

    Jambore Kader PKK Kabupaten Mandailing Natal dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 14 Agustus 2018 bertempat di Taman Raja Batu pada sekitaran Komplek Perkantoran Payaloting, yaitu Komplek Kantor Bupati Mandailing Natal. Pelaksanaan Jambore Kader PKK Kabupaten Mandailing Natal ini dimasukkan pada rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018.

    Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kerjasama dan silaturrahim sesama kader PKK, untuk meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi kader dalam pelaksanaan 10 (sepuluh) Program PKK, dan untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi kader dalam melaksanakan 10 (sepuluh) Program PKK.

    Dasar pelaksanaan Jambore Kader PKK ini adalah : Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan PKK, Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 411.4. 3514 Tahun 2016 tentang Pengesahan Keputusan Ketua Umum Tim Penggerak PKK tentang Hasil Rakernas VIII PKK Tahun 2015, dan Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor : 411.4/0730/K/2018 tentang Panitia dan Juri Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018.

    Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Mandailing Natal dilaksanakan selama 1 (satu) hari dengan 5 (lima) kategori lomba yaitu : lomba lagu mars PKK, lomba cipta lagu dan yel-yel pola asuh anak dan remaja, lomba UP2K-PKK, lomba fashion show, dan lomba pidato PHBS dan yel yel IVA TEST. Peserta Jambore Kader PKK berjumlah 276 (dua ratus tujuh puluh enam) orang sebagai perwakilan dari Tim Penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Mandailing Natal. Pembiayaan atas kegiatan ini ditampung pada APBD Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2018 pada pos Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, yaitu Program Peningkatan Peran Perempuan di Perdesaan.

    SAMBUTAN KETUA TP.PKK KABUPATEN MANDAILING NATAL, NY. IKA DESIKA DAHLAN HASAN NASUTION.

    Selamat datang, para peserta, Jambore Kader PKK, Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018. Saya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal, berharap hendaknya, para kader PKK, dapat memanfaatkan kesempatan ini, dengan sebaik-baiknya.

    Jambore kader adalah sebuah penghargaan terhadap para kader PKK yang telah menjalankan perannya di masyarakat tanpa kenal lelah dan pamrih dalam membantu pemerintah, memberdayakan, dan mensejahterakan keluarga.

    Adapun maksud pelaksanaan acara ini adalah, untuk memantapkan kegiatan PKK dengan mengefektifkan penguatan dan manajemen kelembagaan, serta operasional PKK untuk mewujudkan keluarga sejahtera dan berkualitas dalam mencapai keluarga mandiri.

    Selanjutnya, kegiatan Jambore Kader PKK ini bertujuan untuk memberikan motivasi kader agar lebih aktif dan kreatif untuk memiliki kemampuan serta inovasi sebagai bagian dari kinerjanya dalam pemberdayaan keluarga.
    Sejalan dengan temanya, jambore kader ini menampilkan berbagai kegiatan lomba dan dimaknai sebagai semangat membangun dalam mengisi kemerdekaan, dengan memberdayakan keluarga sebagai pondasi kehidupan, sehingga terwujud keluarga yang sejahtera lahir, dan bathin.

    Dalam perlombaan pasti ada yang menang dan ada yang belum berprestasi, bagi yang menang adalah prestasi dan bagi yang belum berprestasi harus menerima dengan jiwa besar, karena sesungguhnya kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Perlu motivasi dan kerja keras untuk bisa mencapai hasil yang lebih baik pada masa yang akan datang. Mari kita bangun komunikasi, ciptakan kreatifitas, dan inovasi dalam pelaksanaan 10 (sepuluh) Program Pokok PKK menuju keluarga yang sehat sejahtera.

    ARAHAN DAN BIMBINGAN BUPATI MANDAILING NATAL BAPAK Drs. DAHLAN HASAN NASUTION.

    Kesempatan yang baik ini saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal, yang telah memprogramkan kegiatan ini, dan selamat datang para peserta Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018.

    Salah satu maksud Jambore Kader PKK adalah untuk mempertemukan, dan memperkokoh persaudaraan sesama kader, sehingga melalui kegiatan ini wawasan, pengetahuan, dan persahabatan para kader sekaligus menciptakan motivasi dalam melaksanakan pemberdayaan keluarga menuju keluarga yang sejahtera.

    Kita sepakat bahwa semua jajaran Tim Penggerak PKK di Kabupaten Mandailing Natal telah giat dalam mengaplikasikan 10 (sepuluh) Program PKK, misalnya menampilkan perannya membantu pemerintah dalam pembangunan daerah.
    Kegiatan ini juga sebagai wahana peningkatan ekonomi masyarakat, seperti usaha kuliner yang begitu banyak dan beragam. Selain itu juga sebagai promosi pariwisata.

    Ke depan sebaiknya rencana pelaksanaan Jambore Kader PKK seperti ini tidak saja dilaksanakan di Ibukota Kabupaten, tapi secara bergiliran dilaksanakan di kecamatan. Adapun maksudnya adalah agar dapat memberi efek positif bagi kader PKK dan masyarakat, disamping dapat memberi efek besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
    Sebelum saya akhiri, sekali lagi saya ucapkan selamat datang kepada para peserta Jambore Kader PKK dan selamat berlomba. Kepada panitia dan juri selamat bertugas semoga kegiatan yang kita laksanakan hari ini mendapat keberkahan dari Allah SWT, Aamiiin.

    By.
    Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
    Kabupaten Mandailing Natal.

  • PELATIHAN USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA BAGI KADER PKK (UP2K-PKK) KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2018

    Hotel Abara – Panyabungan, 11 Agustus 2018.

    Berikut ini akan diuraikan dan dikembangkan pengertian dari UP2K-PKK, yaitu segala kegiatan ekonomi yang diusahan oleh keluarga, baik, secara perorangan maupun kelompok, yang modalnya bersumber dari swadaya masyarakat, bantuan pemerintah, bantuan luar negeri, swasta, serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.  Usaha ekonomi keluarga adalah suatu bentuk kegiatan usaha yang dilakukan oleh keluarga, bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga dalam rangka mewujudkan kesejahteraan keluarga.  Kader UP2K–PKK adalah kader PKK yang mendapat pengetahuan dan ketrampilan tentang UP2K–PKK.  Usaha ekonomi produktif adalah kegiatan ekonomi yang dapat mengembangkan lapangan usaha yang didukung oleh potensi, ketersediaan bahan baku dan teknologi lokal.  Pengembangan usaha adalah upaya peningkatan usaha yang telah ada agar lebih meningkat mutu dan jumlahnya.  Kelompok khusus (Poksus) adalah kelompok UP2K yang ada di Desa/ Kelurahan.  Kelompok pelaksana (Poklak) dalah kelompok peserta yang anggotanya punya usaha maupun yang tidak punya usaha.

    Mengacu pada pengertian-pengertian di atas, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mandailing Natal melaksanakan pelatihan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga  bagi Kader PKK (UP2K-PKK) di Aula Hotel Abara Jl. Lintas Timur Panyabungan pada hari Sabtu tanggal 11 (sebelas) Agustus 2018.

    Adapun dasar pelaksanaannya sebagai berikut : Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan PKK, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 411.4/3514 Tahun 2016 tentang Pengesahan Keputusan Ketua Umum Tim Penggerak PKK tentang Hasil Rakerda VIII PKK Tahun 2015; dan Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor : 411.4/0732/k/2018 tentang Panitia dan Narasumber Pelatihan UP2K-PKK Kabupaten Mandailing Natal tahun 2018.

    Tujuan dilaksanakannya pelatihan usaha peningkatan pendapatan keluarga bagi kader PKK (UP2K-PKK) Kabupaten Mandailing Natal tahun 2018 adalah : untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader pengelola UP2K–PKK, mengembangkan kreatifitas dalam pemanfaatan potensi ekonomi desa, mengembangkan wirausaha keluarga untuk memperluas lapangan usaha, penguatan kapasitas kelembagaan UP2K-PKK; keterpaduan dalam pengelolaan gerakan PKK di Kabupaten Mandailing Natal; dan meningkatkan kualitas pelaksanaan 10 program Pokok PKK.

    Peserta pada acara pelatihan UP2K-PKK sebanyak 88 (delapan puluh delapan) orang, terdiri dari : 19 (sembilan belas) orang TP-PKK kabupaten; 69 (enam puluh sembilan) orang TP-PKK kecamatan, yaitu : Ketua Pokja II kecamatan, Ketua TP-PKK desa, dan Ketua Pokja II masing-masing 23 (dua puluh tiga) orang.

    Adapun Narasumber pada kegiatan ini adalah : Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara (Bapak Ruhyat), Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mandailing Natal (Bapak Khairul), Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal (Herman Lubis dan Bapak Ricky), dan Pelaku Ekonomi sekaligus Pelaku Teknologi Tepat Guna Mandailing Natal (Bapak Monang Nasution).

    Pembiayaan atas kegiatan ini ditampung pada APBD Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2018 pos Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Program Peningkatan Peran Perempuan di Perdesaan.

     

    SAMBUTAN KETUA TP-PKK KABUPATEN : Ny. IKA DESIKA DAHLAN HASAN NASUTION.

    Usaha peningkatan pendapatan keluarga atau yang disingkat UP2K-PKK, merupakan manifestasi dari 10 Program Pokok PKK, yaitu memberdayakan kader dan anggota keluarga serta memperbesar akses dan kontrol atas sumber daya ekonomi, dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri dalam mewujudkan   kesejahteraan dan ketahanan keluarga.

    UP2K-PKK adalah semua kegiatan ekonomi yang diusahakan oleh keluarga, baik perorangan maupun kelompok yang dapat mengembangkan lapangan usaha, dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal yang modalnya dapat  bersumber  dari swadaya masyarakat, APBN, APBD, APB-Desa dan bantuan atau sumbangan dari pihak lain yang tidak mengikat.

    Sebagaimana yang kita ketahui bahwa desa–desa di Kabupaten Mandailing Natal,  memiliki potensi dan kearifan lokal yang begitu baik, seperti  usaha pertanian, kerajinan, olahan makanan, simpan pinjam, dan sebagainya.  Kegiatan usaha ini, sudah berjalan di tengah masyarakat, namun belum semuanya dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, sebagai sumber pendaptan masyarakat.  Tentunya usaha ini akan lebih berhasil, jika adanya pola kemitraan dan dukungan dari berbagai pihak untuk pengelolaan dan pengembangannya seperti modal usaha, bantuan pemasaran, penguatan kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia dan pengelolaan tertib administrasi.

    Program UP2K-PKK sebagai bagian dari kegiatan Pokja II, dan merupakan salah satu prioritas program Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal, yang dapat mengangkat derajat perempuan melalui kegiatan ekonomi keluarga.

    Kader PKK pada semua tingkatan adalah bagian dari pelaku usaha ekonomi keluarga, namun kita sadari bahwa  untuk mengelola UP2K-PKK, sangat minim baik pengetahuan maupun keterampilannya.maka dengan pelatihan ini diharapkan : meningkatnya pengetahuan dan keterampilan untuk dapat mengembangkan kegiatan usaha peningkatan pendapatan keluarga baik yang tergabung dalam kelompok maupun perorangan, memilki kemampuan untuk mengelola administrasi UP2K-PKK dengan baik, dan melaksanakan fungsi sebagai motivator, fasilitator, dan penggerak pembentukan kelembagaan UP2K-PKK di desa masing masing sehingga secara bertahap mampu menjadi wiraswasta yang handal.

     

    SAMBUTAN BUPATI MANDAILING NATAL : Drs. DAHLAN HASAN NASUTION.

    (Disampaikan oleh : Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Bapak Drs. Syafei Lubis, MSi.)

    Semua usaha peningkatan pendapatan keluarga yang dilaksanakan oleh anggota keluarga, adalah pilihan strategi untuk meningkatkan pendapatan keluarga, bertujuan untuk kesejahteraan dan ketahanan keluarga.  Dengan meningkatnya pendapatan maka kondisi ekonomi keluarga menjadi lebih baik dan berdampak langsung pada peningkatan  derajat kesehatan, pendidikan,  keterampilan dan kegiatan sosial lainnya, disamping sebagai basis pelaksanaan pemberdayaan perempuan, sehingga tercipta potensi sumber daya dan karakter perempuan yang setara dengan laki-laki dalam kegiatan usaha ekonomi produktif.

    Kegiatan UP2K-PKK, merupakan salah satu pilihan usaha untuk menopang perekonomian keluarga dan salah satu program yang berpihak pada perempuan mengingat perempuan merupakan salah satu potensi sumber daya pembangunan yang belum banyak memiliki akses dalam kehidupan sosial dan kehidupan ekonomi.

    Program UP2K-PKK memberi peran ekonomi kepada kaum perempuan terutama pada lapisan masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi, dengan demikian program UP2K PKK menjadi supra struktur yang efektif bagi kaum perempuan untuk dapat berperan dan membuktikan kapasitasnya sebagai orang yang dapat berkiprah pada sektor ekonomi khususnya.

    PKK adalah wadah bagi perempuan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimilikinya, agar secara mandiri mempunyai keterampilan dan keahlian dalam mengatasi masalah yang dihadapi melalui peningkatan kapasitas dan kualitas hidup.  Kita sepakat bahwa semua jajaran TP-PKK di Kabupaten Mandailing Natal telah giat dalam mengaplikasikan 10 Program Pokok PKK, salah satunya adalah program peningkatan pendapatan keluarga.   Gerakan pembangunan di segala bidang, menuntut PKK harus memiliki strategi dan gerakan yang lebih cepat, sehingga kesejahteraaan keluarga sebagai lini terbawah dapat terwujud.

    Hal ini sejalan dengan pendapat Direktur the United Nation Developmen Fund for Women (Unifem), Mr. Noolen Heyzer dalam tulisannya tentang pembangunan perempuan di abad 21 mengatakan : bahwa pemberdayaan perempuan diupayakan secara ekonomi dan politik.  Pemberdayaan ekonomi mencakup peningkatan akses atas sumber daya ekonomi, aset, kesempatan dan manfaat.

    Pemberdayaan ekonomi harus mendukung tata kehidupan perempuan yang sudah ada, disamping itu juga mendorong kemampuan perempuan untuk menjadi pemimpin dan meningkatkan kapasitas perempuan dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan baru, terutama dalam sektor ekonomi. Sedangkan pemberdayaan secara politik mendorong perempuan untuk memiliki kekuatan untuk mengontrol kehidupannya sendiri baik di dalam maupun di luar rumah dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi arah perubahan sosial sehingga menciptakan kesetaraan dan keberlanjutan.

    Program UP2K-PKK harus sedini mungkin disosialisasikan agar dapat dipahami dan diapresiasikan sehingga UP2K-PKK mendapat perhatian proporsional dari berbagai pihak yang mempunyai kepentingan terhadap pengembangan usaha kecil, sehingga akan dapat memberi warna tersendiri dalam pengembangan ekonomi kerakyatan yang saat ini oleh pemerintah diberi perhatian utama.  Hal ini makin penting dengan dinamisnya pola pembanguan desa yang telah menggeser anggaran yang sedemikian potensialnya di desa, dan telah memberi efek besar terhadap pertumbuhan ekonomi desa melalui program prioritas, diantaranya pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan agar desa fokus mengembangkan produk unggulanya dan pengembangan  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menampung berbagai usaha masyarakat.

    Sejalan dengan hal tersebut, PKK membutuhkan keikhlasan, kerja keras dan kerja  cerdas, harus berperan dan mampu menjadi  pencari solusi perbaikan ke depan.  Untuk itu pada pelatihan UP2K-PKK ini, para peserta harus memfokuskan perhatiannya, sehingga apa yang disampaikan oleh narasumber menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan yang seterusnya dapat diterapkan di  wilayah masing-masing.

    Selamat mengikuti pelatihan UP2K-PKK Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018 semoga mendapat keridhoan Allah SWT, Aamiin.

     

    By:

    Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

    Bekerjasama dengan

    TP-PKK Kabupaten Mandailing Natal

  • LOMBA DESA/KELURAHAN TINGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2018 DI DESA RUMBIO KECAMATAN PANYABUNGAN UTARA KAB. MANDAILING NATAL

    Panyabungan, 17 Juli 2018.

    DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA.

     

    Puji dan syukur disertai berserah diri dipanjatkan ke hadirat Allah SWT., yang mana pada kesempatan ini masih diberikan nikmat dan kebahagiaan yang tidak dapat diganti atau ditukarkan dengan apapun di dunia ini, yaitu nikmat hidup dan nikmat kehidupan.  Selanjutnya shalawat dan salam diucapkan kepada junjungan Rasulullah Nabi Muhammad SAW., senantiasa kelak di yaumil akhir mendapatkan syafaatnya.

    Perlombaan desa/kelurahan adalah salah satu upaya untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri sekaligus meneliti dan menilai keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan desa selama satu tahun.  Pembangunan desa dan seluruh komponen yang ada di dalamnya baik pembangunan sumber daya manusia dan sumber daya alam merupakan aspek kegiatan pembangunan yang berlangsung di desa dan dilaksanakan secara terencana, terprogram, terpadu serta mengembangkan swadaya gotong royong, dan tumbuh kembangnya atas kekeluargaan yang pada akhirnya mewujudkan aspirasi dan partisipasi aktif masyarakat.

    Pemerintah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan memprogramkan Perlombaan Desa/Kelurahan.

    Ucapan terima kasih tidak lupa disampaikan kepada Tim Evaluasi dari Pemprovsu., Bapak Bupati Mandailing Natal, Bapak Wakil Bupati Mandailing Natal, Bapak Sekdakab., Bapak Para Asisten, Bapak Para Staf Ahli, Bapak-bapak Pimpinan OPD, Para Camat, Kepala Desa Rumbio Kec. Panyabungan Utara dan Perangkat Desa, warga/masyarakat Desa Rumbio, dan seluruh person yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

    Pembangunan desa dan seluruh komponen yang ada di dalamnya baik pembangunan sumber daya manusia dan sumber daya alam merupakan aspek kegiatan pembangunan yang berlangsung di desa dan dilaksanakan secara terencana, terprogram, terpadu serta mengembangkan swadaya gotong royong, dan tumbuh kembangnya atas kekeluargaan yang pada akhirnya mewujudkan aspirasi dan partisipasi aktif masyarakat.  Gambaran ini merupakan suatu dinamika dan potensi dasar yang dimiliki masyarakat desa serta menjadi ciri khas atau karakter desa yang perlu dibina dan dikembangkan guna mewujudkan suatu cita-cita atau suatu keinginan yang hendak dicapai dalam membangun desa.

    Berkenaan dengan keadaan di atas, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan memprogramkan Perlombaan Desa/Kelurahan.

    Perlombaan desa sebagai upaya memberdayakan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan motivasi, partisipasi masyarakat dan swadaya gotong royong masyarakat di desa dan sebagai salah satu upaya untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri yang sekaligus mengevaluasi keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan desa.

    Perlombaan desa adalah salah satu upaya untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri sekaligus meneliti dan menilai keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan desa selama satu tahun. Secara umum tujuan dari perlombaan desa/kelurahan adalah  untuk : (a). Mendorong usaha pembangunan yang dilaksanakan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri; (b). Mengetahui kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh masyarakat di desa dan kelurahan selama kurun waktu satu tahun dalam wujud peningkatan kualitas hidup ekonomi, politik, sosial dan budaya serta keamanan dan ketertiban; dan (c). Menetapkan desa dan kelurahan yang berprestasi dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.

    Pelaksanaan Lomba Desa/Kelurahan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018 difokuskan pada desa, tanpa bermaksud mengabaikan kelurahan, dengan dasar pertimbangan bahwa kelembagaan dan objeknya lebih variatif di desa daripada kelurahan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.

    Dasar pelaksanaan Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tahun 2018 : (1). Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor 411.4/0385/K/2018, tentang Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun Aggaran 2018 (tanggal 26 April 2018) yang bertugas melakukan penilaian langsung ke desa Juara 1 (satu) Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Mandailing Natal dengan mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Perlomban Desa dan Kelurahan;  (2). Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 414.3/0109/DPMD/2018, Perihal Pelaksanaan Perlombaan Desa/Kelurahan Tahun 2018 (tanggal 16 Januari 2018); (3). Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 414.4/0487, Perihal Penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 (tanggal 31 Januari 2018); (4). Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 414.4/1304/DPMD/2018, Perihal Penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018 (tanggal 20 April 2018); (5). Telex Gubernur Sumatera Utara Nomor 414.4/3764, Perihal Tindak Lanjut Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 414.4/0487, Perihal Penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018; (6). Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor 411.4/0585/K/2018, tentang Juara Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018, tanggal 28 Mei 2018; dan (7). Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 005/1960/DPMD/2018, Perihal Undangan Penyelenggaraan Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018.

    Berdasarkan evaluasi dan penilaian terhadap 13 (tiga belas) desa tersebut, ditetapkan Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara sebagai Juara I, Desa Maga Lombang Kecamatan Lembah Sorik Marapi sebagai Juara II, dan Desa Sayur Matua Kecamatan Naga Juang sebagai Juara III (Predikat kejuaran ini dituangkan pada Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor 414.4/0585/K/2018 tentang Juara Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018).

    Lomba Desa/Kelurahan tingkat Provinsi berdasarkan pemenang lomba desa/kelurahan di kabupaten.  Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2018 sebagai desa/kelurahan utusan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ialah Desa Rumbio.

    Mengacu pada Telex Gubernur Sumatera Utara Nomor : 414.4/3764 tanggal 03 Juni 2018 tentang Penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018, bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara dan Tim berkunjung ke desa pemenang Lomba Desa Tingkat Kabupaten untuk pelaksanaan evaluasi, yaitu Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara.

    Selasa tanggal 17 Juli 2018 Tim Penilaian Lomba Desa Provinsi Sumatera Utara melakukan penilaian di Desa Rumbio dengan anggota tim : (1). Ahmad Yasir Arafat Nasution, S.Sos, MM (DPMD Provsu); (2). Chandra Silalahi (DPMD Provsu); (3). Siti Rahma (Bappeda Provsu); (4). Ruhyat (DPMD Provsu); (5). Ansori Daulay (Dinkes Provsu); (6). Boas manahan batubara (Inspektorat Provsu); (7). Mhd. Alfian (DPMD Provsu); (8). Qamaruzzaman (DPMD Provsu); (9). Yenni Silau (DPMD Provsu); (10). Miswanto (DPMD Provsu); dan (11). Agus Kurniawan Damarih (DPMD Provsu).

    Hal-hal yang dinilai dalam lomba desa ini adalah : (1). Perangkat Desa sebagai indikator dan interview ialah Kepala Desa, TP. PKK, LPM, dll.; (2). Profil Desa Tahun 2016 – 2017; (3). Fakta Lapangan; (4). RPJMDesa Tahun 2016 – 2017; (5). RKPDesa Tahun 2016 – 2017; dan (7). Kelebihan maupun keunikan lainnya yang dimiliki desa.  Penilaian pendahuluan (pra lomba desa) ialah tentang administrasi.

    Adapun susunan acara pada kegiatan lomba desa ini adalah sebagai berikut : (1). Pembukaan oleh Protokol; (2). Menyanyikan Lagu Indonesia Raya; (3). Menyanyikan Lagu Mars PKK; (4). Do’a dari Pemuka Masyarakat; (5). Hiburan dari masyarakat (Tortor); (6). Sambutan Bupati Mandailing Natal disampaikan oleh Sekdakab.; (7). Hiburan dari masyarakat (Nasyid); (8). Sambutan Gubernur Sumatera Utara disampaikan oleh Ketua Tim; (9). Ekspos Kepala Desa Rumbio; (10). Ekspos Ketua TP. PKK Desa Rumbio; (11). Ekspos Ketua LPM Desa Rumbio; (12). Pengarahan Pelaksanaan Lomba Desa; (13). Peninjauan Lokasi; dan (14). Penutup.

     

    Sambutan Bupati Mandailing Natal.

    Disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bapak Drs. Mohd. Syafei Lubis, MSi.

    Assalamualaikum wr. Wb

    Selamat pagi dan salam sejahtera

    Yang saya hormati :

    • Wakil Bupati Mandailing Natal;
    • Sdr/i. Ketua Tim Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Utara beserta rombongan;
    • Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal;
    • Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal;
    • Asisten dan Para Kepala OPD Kabupaten Mandailing Natal;
    • Camat se–Kabupaten Mandailing Natal;
    • Para Kepala Desa se–Kecamatan Panyabungan Utara;
    • Para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda;
    • Para wartawan media cetak dan eloktronik; serta
    • Para hadirin sekalian yang berbahagia

    Pertama tama, puji  syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang masih memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat hadir dalam rangka acara Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 dalam keadaan sehat wal afiat.

    Sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, yang safaatnya sangat kita harapakan di hari kemudian.

    Bapak/ibu dan Para Hadirin yang saya hormati,

    Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara telah ditetapkan sebagai pemenang Lomba Desa Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018, dan menjadi wakil dari Kabupaten Mandailing Natal untuk mengikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Utara, tentu saja telah melalui proses evaluasi dan penilaian berjenjang, mulai dari Tingkat Desa, Kecamatan sampai dengan Tingkat Kabupaten.  Sebelumnya desa telah melakukan penilaian terhadap dirinya sendiri  sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam  Negeri Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

    Bapak/ibu Tim Penilai dan Para Hadirin yang berbahagia

    Otonomi Daerah telah membuka peluang kreativitas bagi pemerintah dan masyarakat desa dalam pengelolaan pembangunan di wilayahnya. Peluang ini sekaligus memberi keluasan dalam  menetapkan  program pembangunan berdasarakan kewenangannya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat  desa.  Harus diakui juga bahwa kondisi dan peluang tersebut belum seperti yang diharapkan, sebab masih terdapat berbagai hal yang menjadi faktor penghambat terutama kapasitas SDM desa. oleh karena itu, berbagai upaya terus dilaksanakan agar apa yang menjadi tujuan bersama dapat terwujud sesuai yang diharapkan.

    UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pastinya sudah membuka ruang yang begitu luas bagi pelembagaan partisipasi  masyarakat desa dalam membentuk kemitraan dengan pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat  dengan jumlah fungsi dan tugas yang lebih luas pada masyarakat dan pemerintahan desa dalam menyusun perencanaan dan implementasi pembangunan di desa secara partisipatif.

    Bapak/ibu Tim Penilai dan Para Hadirin yang berbahagia.

    Perlombaan Desa dilaksanakan sebagai upaya untuk mengetahui efektivitas, tingkat perkembangan desa, kemajuan, kemandirian, keberlanjutan pembangunan, kesejahteraan masyarakat serta daya saing desa melalui pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.   Atas dasar tekad dan kekuatan sendiri yang sekaligus mengevaluasi perkembangan desa dua tahun terakhir yaitu tahun 2016 dan 2017.

    Desa Rumbio yang saat ini mewakili Kabupaten Mandailing Natal untuk mengikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Utara memiliki bebarapa keunggulan dari desa lainnya yang ada di Kabupaten Mandailing Natal, yaitu merupakan penghasil kelapa skala kabupaten, penghasil pisang. kemudian desa ini juga telah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain teruma kerjasama dengan Bank Indonesia untuk pengembangan ternak sapi yang tentu saja berimbas terhadap beberapa produk turunannya seperti pengembangan pupuk kompos dan produk makanan.

    Bapak/ibu Tim Penilai dan Para Hadirin yang berbahagia

    Disamping untuk menilai keberhasilan pembangunan di desa, lomba desa juga dimaksudkan untuk : (1). Mendorong percepatan pembangunan masyarakat yang didukung dengan SDM pendanaan yang bersumber dari APBD maupun APBN; (2). Mendorong dan memotivasi desa dalam melaksanakan tertib  administrasi serta  memberikan pelayanan terbaik dan pengayoman kepada masyarakat; (3). Meningkatkan kreativitas perangkat desa sebagai sumber daya manusia yang potensial dalam segala bidang; (4). Meningkatkan pengelolaan keuangan desa termasuk pendayagunaan dana pembangunan desa yang bersumber dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten; dan (5). Mendorong peran serta masyarakat dalam berbagai ativitas pembangunan, pemberdayaan masyarakat serta membudayakan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

    Bapak/ibu Tim Penilai dan Para Hadirin yang berbahagia.

    Salah satu komitmen yang dilakukan pemerintah sekarang adalah  mendorong percepatan pembangunan di desa. keberhasilan suatu desa merupakan cermin dari kemajuan pembangunan  di satu daerah. oleh karena itu peranan  organisasi lokal seperti organisasi pemuda, organisasi wanita, kelompok tani dan lembaga kemasyarakatan lainnya terus didorong untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pedesaan. disamping itu nilai sosial budaya masyarakat dan kearifan lokal juga harus terlembaga dengan baik dalam masyarakat dan menjadi alternatif mekanisme pemecahan masalah serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

    Bapak/ibu dan Para Hadirin yang berbahagia

    Akhirnya dengan pelaksanaan perlombaan desa ini sangat diharapkan agar semua komponen masyarakat dari semua unsur yang ada di desa dapat membaur dan melibatkan diri guna menunjukkan tingkat kemajuan dan partisipasi masyarakat secara utuh. dan harapan kita semua Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara dalam keseharian tercermin pada saat penilaian lomba desa ini.

    Bapak/ibu dan Hadirin sekalian yang saya hormati,

    Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan.  Ketua Tim beserta rombongan selamat melaksanakan tugas untuk menilai  desa dan semoga Allah SWT meridhoi Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara mendapatkan nilai terbaik pada Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Uatara Tahun 2018 ini.

    Billahitaufiq walhidayah, assalaamualaikum warohmatullohi wabarakatuh.

     

    Sambutan Gubernur Sumatera Utara.

    Air beriak tanda tak dalam

    Air tenang menghanyutkan

    Izinkan saya ucapkan salam

    Untuk para hadirin sekalian

    Majelis melati kuntum tumbuh melata

    Sayang merbah di pohon cemara

    Assalamualaikum mulanya kata

    Saya sembah pembuka bicara

    Assalamu’alaikum wr. Wb.

     

    Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

    Yth :

    • Bupati Mandailing Natal;
    • Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Mandailing Natal;
    • Sekretaris Daerah dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan para pejabat di lingkungan Kabupaten Mandailing Natal;
    • Camat dan Kepala Desa/Lurah beserta jajarannya;
    • Tokoh agama, tokoh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal;
    • Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal beserta jajaran pengurusnya;
    • Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mandailing Natal beserta jajaran pengurusnya;
    • Hadirin dan hadirat yang berbahagia.

    Mengawali sambutan ini, selayaknyalah kita mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.  Atas berkat rahmat dan ridhonya kita masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk berkumpul di Desa Rumbio dalam rangka mengikuti acara Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018.

    Saudara-saudara sekalian,

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dan Peraturan Pemerintah Nomor  19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Serta Kedudukan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Provinsi.  Bahwa peran Gubernur Sumatera Utara sebagai Korbinwas Provinsi (Koordinasi, Pembinaan, dan Pengawasan) dimana salah satu bentuk pelaksanaan pembinaan dan pengawasan oleh Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya adalah Perlombaan Desa dan Kelurahan yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

    Adapun maksud dari penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan ini adalah untuk menentukan status tertentu dari capaian hasil perkembangan sebuah desa dan kelurahan serta untuk mengetahui efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.  Sehingga nantinya hasil dari evaluasi ini menjadi dasar untuk memformulasikan berbagai program pembangunan di masa yang akan datang.

    Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 lebih menekankan kemajuan di bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Kewilayahan dan Kemasyarakatan.  Penyelenggaraan pemerintahan dijadikan prioritas dikarenakan terkait dengan komitmen pemerintah dalam upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat sebagaimana tertuang dalam nawacita, bahwa agenda pertama nawacita adalah menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.

    Oleh karenanya, kalau mau jadi juara, dokumen yang wajib muncul adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa atau dokumen perencanaan lainnya bagi kelurahan, profil desa harus ada serta lampiran II Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 wajib untuk dipedomani.  Tentang profil desa diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan, ada dua jenis yaitu online dan offline bagi desa yang tidak terjangkau oleh jaringan.  Profil desa menjadi sangat penting karena semua perencanaan dan penilaian berangkat dari kelengkapan data, bahkan di tahun ini profil desa ini akan menjadi prioritas nasional.

    Telah menjadi ketetapan dalam Permendagri Nomor 81 Tahun 2015, bahwa juara lomba desa dan kelurahan pada Tingkat Provinsi diundang pada acara Temu Karya Nasional di Ibu Kota Negara, diberikan penghargaan serta dijadikan lokasi labsite di masing-masing regional.  Akan tetapi, khusus pada tahun 2018 karena adanya pelaksanaan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak di beberapa daerah maka dilakukan beberapa penyesuaian yaitu : (1). Pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan di Tingkat Regional tidak dilaksanakan karena bersamaan dengan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di beberapa daerah; (2). Bagi juara I Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi akan diberikan penghargaan secara nasional pada Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan dan Temu Karya Nasional Tahun 2018; (3).   Selanjutnya juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi akan diberikan reward atau penghargaan dalam bentuk piala, piagam, dana dan program serta kegiatan untuk memajukan desa dan kelurahan.

    Lomba desa ini jangan dijadikan beban, akan tetapi lebih dimaknai sebagai langkah kongkrit untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi tercapainya Sumatera Utara yang Paten dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara nantinya akan menyiapkan surat himbauan ke kabupaten/kota tentang yang berpartisipasi dalam lomba desa dan kelurahan dan yang belum ikut serta dalam kegiatan tersebut.

    Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga melalui pelaksanaan lomba desa ini efektifitas penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan terwujud, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.  Kelurahan dalam upaya mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirohim Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 secara resmi dibuka.

     

    Pak tani pergi ke sawah

    Pulang-pulang membawa ikan

    Jika tutur kata saya banyak yang salah

    Mohon kiranya untuk dimaafkan

     

    Ingin membeli sebongkah berlian

    Berlian mahal berwarna putih

    Kata sambutan cukuplah sekian

    Kurang lebihnya terima kasih

     

    Wabillahi taufiq walhidayah

    Wassalamu’alaikum wr… wb..

     

    Ekspos Kepala Desa Rumbio.

    Secara geografis Desa Rumbio berjarak 1,5 Km dari Ibukota Kecamatan Panyabungan Utara serta 7 Km dari Ibukota Kabupaten Mandailing Natal.  Berada di daerah dataran rendah serta dikelilingi oleh 4 (empat) aliran sungai yaitu :  sungai Aek Bara dan Sungai Sialapayung di sebelah Timur bermuara di Sungai Aek Godang (Batang Gadis di sebelah Selatan atau berbatasan dengan Kecamatan Hutabargot), dan Sungai Bulu Poring di sebelah Barat.

    Luas Desa Rumbio secara keseluruhan mencakup lebih 450 Ha, meliputi wilayah perkampungan seluas 35 Ha, persawahan 300 Ha, perkebunan pengembalaan 100 Ha ditambah dengan lahan milik masyarakat desa seluas 15 Ha.

    Luasan Desa Rumbio tidak memiliki perbukitan karena berada di wilayah dataran rendah.  Desa Rumbio dialiri 4 (empat) aliran sungai yang cukup besar sehingga kondisi ini membuat tanahnya cukup subur.  Juga banyak ditemukan tanah alluvial (tanah humus), sehingga baik untuk pengembangan usaha pertanian (sawah) dan tanaman holtikultura lainnya dan baik juga untuk budi daya ikan air tawar atau kolam ikan.  Selain itu luasan Desa Rumbio cocok untuk pengembangan ternak, kambing, sapi dan kerbau karena tersedianya lahan hijau yang subur.

    Desa Rumbio dibatasi oleh beberapa desa di sekitarnya seperti : (1). Sebelah Timur berbatasan dengan lahan persawahan masyarakat Desa Mompang Julu (Kecamatan Panyabungan Utara) dan Desa Gunungbarani (Kecamatan Panyabungan); (2). Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Mompang Jae; (3). Sebelah Barat berbatasan dengan lahan perkebunan masyarakat Desa Torbanua Raja dan Bulu Mario; dan (4). Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kumpulan Setia (Kecamatan Hutabargot).

    Desa Rumbio berpenduduk 460 KK dan dari jumlah ini sebanyak 90% (sembilan puluh persen) adalah petani.  Terdapat 28 (dua puluh delapan) kelompok tani dan 1 (satu) Gapoktan, 3 (tiga) kelompok P3A, dan 1 (satu) unit Koperasi.

    Adapun jumlah kelompok tani ini dikategorikan berdasarkan jenis kegiatan usahanya.  Kelompok tani usaha padi sawah berjumlah 17 (tujuh belas) kelompok, yaitu : Kelompok Tani Sakura, Kelompok Tani Cempaka, Kelompok Tani Seroja, Kelompok Tani Sahata, Kelompok Tani Subur Nian, Kelompok Tani Anggrek, Kelompok Tani Rap Miduk, Kelompok Tani Miduk Tani, Kelompok Tani Siala Payung, Kelompok Tani Bina, Kelompok Tani Seroja, Kelompok Tani Manggis, Kelompok Tani Karang Taruna, Kelompok Tani Sepakat, Kelompok Tani Sapandapot, Kelompok Tani Mawar, dan Kelompok Wanita Tani Sepakat.

    Kelompok Tani Usaha Budi Daya Holtikultura terdiri dari : Kelompok Tani Rampa, Kelompok Tani Adian Nasonang, Kelompok Tani Aek Sianggunan, Kelompok Tani Ternak Sapi (Manggis 25 KK, Sekar 15 KK, dan Mekar 30 KK), Kelompok Tani Ternak Kambing (35 KK), dan Kelompok Ternak Unggas (300 KK).

    Program kandang sapi komunal yang mulai dicanangkan tahun 2015.  Kandang Sapi Komunal (KSK) adalah salah satu program yang dicanangkan bagi masyarakat Desa Rumbio dimulai tahun 2015.  Program bagi para kelompok peternak miskin yang tidak mempunyai kemampuan untuk mengembangakan usahanya karena keterbatasan modal usaha dalam bidang pengembangan peternakan.  Program ini dipersiapkan untuk pendidikan, pengembangan, dan penggemukan sapi juga pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk kompos yang berlokasi di Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal. Daerah ini adalah kawasan potensial peternakan yang penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani peternak. Selain itu, taraf ekonomi masyarakat di daerah ini masih tergolong menengah ke bawah.

    Mencermati kehidupan para petani-peternak di Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal dari tahun ke tahun kurang mengalami peningkatan akibat keterbatasan modal sehingga hanya mampu mengembangkan sapi dan kambing lokal.  Namun kemauan serta semangat masyarakat petani-peternak cukup tinggi untuk mengembangkan ternak jenis sapi, kerbau dan kambing dari hari ke hari terus meningkat, seiring dengan adanya semangat untuk meningkatkan ekonomi keluarga dari peternakan dan pertanian.

    Sehubungan dengan adanya program kegiatan pembinaan dari Bank Indonesia Perwakilan Sibolga di bawah pimpinan Bapak M. Junaifin, maka dengan adanya program kandang sapi komunal dan ditunjang pula oleh luasnya lahan persawahan, perkebunan yang dimiliki oleh Desa Rumbio (400 Ha).  Lahan yang terdiri dari 5 (lima) hamparan sawah dan 20 (dua puluh) kelompok tani adalah satu potensi yang siap dibina dan diberdayakan masyarakatnya melalui Desa Binaan Pertanian Terintegrasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Sibolga.

    Serta besarnya minat dan potensi masyarakat untuk usaha peternakan komersil.  Hal ini sudah dapat dibuktikan dari beberapa tahun terakhir bahwa penyediaan hewan qurban untuk wilayah Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan banyak diambil dari Desa Rumbio.  Program Kandang Sapi Komunal (KSK) sangat relevan bila diberdayakan sesuai dengan program yang akan dilaksanakan.

    Budaya dan adat istiadat (kearifan lokal) sejarah desa.  Desa Rumbio berpenduduk lebih dari 2.000 (dua ribu) jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 460 KK.  Berada di Wilayah Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara.  Dataran rendah dengan dikelilingi 4 (empat) aliran sungai yaitu : Sungai Aek Bara, Sungai Sialapayung, Sungai Bulu Poring, dan Sungai Batang Gadis.

    Desa Rumbio berjarak 2 (dua) Km dari ibukota kecamatan dan 7 (tujuh) Km dari ibukota kabupaten.  Secara sosial Desa Rumbio hampir 100% didiami Suku Mandailing, hanya sedikit campuran pendatang yaitu Suku Jawa.

    Secara epistimologis, Bahasa Rumbio berasal dari kata Rumbia, disinyalir dulu di desa ini ditemukan banyak pohon dan buah rumbia.  Keadaan ini terinspirasi membuat motto Desa Rumbio menjadi CAPOTCAPOT MANIS (buah rumbia bila dimakan pada awalnya kelat/capot, dan lama-lama pada titik hendak habis akan terasa manis).

    Penduduk asli Desa Rumbio pada awalnya adalah Marga (suku) Rangkuti yang berdiam di Saba Lobu.  Sejak kedatangan Marga Hasibuan yaitu Jairo, Jalelo, dan Japaras ke desa ini maka terjadilah pembaharuan seiring dengan berpindahnya Marga Rangkuti dan Hasibuan ke perkampungan yang sekarang ini.

    Kira-kira pada tahun 1850 kemudian masuk Marga Nasution.  Sejak tahun 1876 sampai sekarang ada 5 (lima) kahanggi yang ada dalam sosial masyarakat desa yaitu : Marga Hasibuan, Marga Rangkuti, Marga Nasution, Marga Pulungan, dan Pardomuan (campuran Marga Lubis dan lain lain). Kesemuanya melambangkan ciri khas adat dan Budaya Mandailing dengan sistem Dalihan na Tolu dimana di dalamnya ada yang disebut Mora, Kahanggi, dan Anak Boru.

    Kehidupan sosial masyarakat desa masih kuat, menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat yang secara turun temurun.  Hal ini tergambar dalam setiap pelaksanaan acara pesta (siriaon) dimana peran Kahanggi, Anak Boru, dan Mora sangat begitu terasa dalam pelaksanaan acara ini.  Begitu juga dengan kemalangan (siluluton).

    Kegiatan sosial keagamaan masih sering dilaksanakan oleh masyarakat seperti acara makan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.  Memotong lembu satu sampai dua ekor, kemudian dimasak bersama-sama oleh seluruh kahanggi yang ada tanpa terkecuali.

    Kehidupan sosial masyarakat lainnya di Desa Rumbio ialah Naposo dan Nauli Bulung, suatu organisasi untuk memperkuat tatanan kehidupan.  Organisasi Naposo dan Nauli Bulung sampai sekarang masih eksis dan  aktif melaksanakan aksi sosialnya.

    Budaya dan aktivitas gotong royong masyarakat sudah ada sejak dahulu, sehingga gotong royong ini bersifat turun temurun dan merupakan ciri khas Desa Rumbio.  Gotong royong ini masih menjadi kebiasaan masyarakat yang dilaksanakan setiap bulannya yaitu pada hari Jum’at.

    Melalui Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal tentang Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong berada di Desa Rumbio pada Tahun 2016 yang lalu dihadiri langsung oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal (Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution). Kebiasaan gotong royong ini mencakup kebersihan lingkungan, masjid, dan kebutuhan akan jalan usaha tani.

    Monografi Desa Rumbio, seperti mata pencaharian penduduk adalah sebagai berikut : petani 90%, buruh 80 orang, PNS 30 orang, mantri/bidan 20 orang, tukang: 25 orang, wirausaha 35 orang, dan peternak 200 orang.

    Sarana pendidikan yang meliputi : TK 1 unit, SD 1 unit, SMA 1 unit, MDA 1 unit.  Sarana ibadah : masjid 1 unit, dan langgar/mushalla 1 unit.  Sarana olahraga : lapangan sepakbola 1 unit, lapangan bola voli 1 unit, dan lapangan badminton       1 unit.  Sarana transportasi seperti becak motor 20 unit, mobil (mini bus) 20 unit, dan perahu (sarana penyeberangan) 1 unit.  Sarana lainnya seperti : pasar 1 unit, koperasi, 3 unit, dan tanah adat 16 Ha.

     

    Prosesi Jalannya Wawancara.

    Anggota tim pada pelaksanaan penilaian lomba desa ini sebagian mengikuti prosesi acara dan sebagiannya dengan bidang-bidangnya masing-masing menyebar ke objek-objek yang akan dinilai, termasuk penilaian terhadap bangunan fisik.

    Anggota tim yang mengikuti prosesi acara, memberikan komentar-komentar dari apa yang telah dipaparkan oleh Kepala Desa, Ketua TP.PKK, dan LPM.  Juga meminta penjelasan tambahan, serta menyampaikan apa yang seharusnya diperbuat.  Acara ini pada sesi Pengarahan Pelaksanaan Lomba Desa.

    Kriteria penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan Tahun 2018 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia 12 Tahun 2007 tentang Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan, serta  Instrumen Pengungkap Data dan Nilai Perkembangan Desa dan Kelurahan.

    Biaya atas pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018 tertuang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Mandailing Natal pada pos Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mandailing Natal, Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa, dengan kegiatan Perlombaan Desa/Kelurahan Terbaik Kecamatan se-Kabupaten Mandailing Natal.

    Kegiatan Lomba Desa dan Kelurahan adalah suatu program yang merangsang pemangku kepentingan di desa dan di kelurahan untuk menumbuhkembangkan semua hal-hal positif dalam rangka untuk memajukan dan mensejahterakan rakyatnya serta untuk mengurangi ketergantungan kepada pemerintah.  Desa diupayakan untuk otonom dalam mengurusi dirinya sendiri.  Inovasi desa sangat ditonjolkan pada kegiatan lomba ini.

    Keberhasilan kegiatan perlombaan desa dan kelurahan ini tidak terlepas dari pembinaan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan beserta OPD/Unit Kerja terkait yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.

    Demikian laporan ini disampaikan, atas perhatian Bapak Bupati, bantuan berbagai pihak, kerjasama dan sifat kegotongroyongan masyarakat Desa Rumbio di ucapkan terimakasih.

     

    Motto Desa Rumbio Capotcapot Manis.

     

    By :

    Muhammad Ikbal, S. Psi.

     

  • Tim Penggerak PKK Sumut Melakukan Supervisi Desa Binaan di Kab. Madina

    Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan supervisi desa binaan dan desa kategori lomba Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Mandailing Natal. Rabu, (02/05) di Aula Hotel Madina Sejahtera.

    Pada acara tersebut di hadiri oleh Bapak Bupati Mandailing Natal Drs. H. Dahlan Hasan Nasution dalam hal ini diwakili oleh  Asisten I Alamulhaq Daulay SH. Ketua TP. PKK Mandailing Natal Ibu Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution dan rombongan team Supervisi TP. PKK Provinsi Sumatera Utara.

    Sekretaris TP. PKK Provinsi Sumatera Utara, Ibu Ny.Dr. Netty Amansyah Nasution menyampaikan supervisi  ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh TP. PKK Kabupaten/Kota dalam rangka membina Kecamatan dan Desa/Keluahan tentang 10 Progrma PKK yang didukung oleh Dinas terkait.

    Adapun 10 Program PKK antara lain Tertib Administrasi PKK. Pola asuh anak dan remaja dengan penuh cinta dan kasih sayang. UP2K PKK. Hatinya PKK. IVA Test. Kesatuan Gerak PKK KBK. Lingkungan Bersih dan Sehat. Prilaku hidup bersih dan sehat. Posyandu. PTP2WKSS.

    Ketua TP. PKK Mandailing Natal, Ibu Ny. Ika Desika menyampaikan dalam pidatonya gerakan PKK adalah gerakan dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari masyarakat dan untuk masyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan keluarga lahir dan bathin.

    Dalam pelaksanaannya menekankan pada prinsip pemberdayaan dan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan keluarga, karena keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat.

    Dalam pelaksanan 10 Pokok Program PKK dijabarkan dalam program-program unggulan dan diperlombakan secara berjenjang sampai ke tingkat pusat.

    sumber : bbnewsmadina.com

Close