Tahun: 2017

  • Lomba Lari 10k

    Lomba Lari 10k memeriahkan peringatan 17 Agustus 2017

  • Goes Sepeda

    Goes Sepeda memeriahkan 17 Agustus 2017

  • Pertandingan Bola Voli antar Pelajar Putra-putri

    Pertandingan Bola Voli antar Pelajar Putra-putri Memriahkan Peringatan 17 Agustus 2017

  • Karnaval Agustus 2017

    Karnaval Agustus 2017 Memeriahkan Peringatan 17 Agustus2017

  • Acara Pidato Kenegaraan

    Acara Pidato Kenegaraan

  • Ketua TP PKK Madina Buka Workshop Keterampilan Bagi Masyarakat

    Ketua Tim Penggerak PKK Madina Iy Ika Desika Dahlan Hasan Nasution bersama rombongan membuka acara Workshop Keterampilan bagi masyarakat pasca bencana,  yang dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal (28-29/08) bertempat di Desa Saya Jambu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

    Kegiatan Warkshop Keterampilan Bagi Masyarakat yang dilaksanakan oleh badan perencanaan bencana daerah (BPBD)  Madina di hadiri,  Ketua TP PKK Madina,  rombongan TP PKK Madina,  SKPD Madina,  Camat Panyabungan,  Kepala Desa Saba Jambu,  Nara Sumber, dan Masyarakat desa Saba Jambu.

    Sambutan Ketua TP PKK Madina Iy Ika Desika Dahlan Hasan Nasution menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Saba Jambu yang telah berkenan menghadiri acara yang mengapresiasi program pemerintah.

    Adapun tujuan Workshop ini,  untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan masyarakat daerah pasca bencana,  sehingga meningkatkan pendapatan khususnya anggota TP PKK Desa.

    Dimana nantinya narasumber akan memberikan pemahaman bagi masyarakat untuk meningkatkan  pendapatan desa masing- masing.

    Selain itu,  diharapkan nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,  baik dari sebelumnya maupun sesudah basca bencana,  dimana akan ada pemulihan fisik setelah bencana terjadi,  dan diharapkan jangan hanya memulihkan fisik saja,  akan tetapi ada juga peningkatan kesejahteraan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.  Ungkapnya.

    Harapan kita,  setiap desa di bentuk organisasi bencana desa,  sehingga mudah untuk menangani sebuah bencana di Desa.  Tegasnya. (M Agussalim) .

    sumber: rri.co.id

  • Menyemarakkan HUT RI ke – 72, TP PKK Mandailing Natal Pentaskan Drama Perjuangan “Laskar Djembatan Merah”

    Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny.Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, para polisi pamong praja dan pemain dari tim Djeges Art sedang mementaskan sebuah Drama Perjuangan yang bertajuk “Laskar Djembatan Merah” (15/8)

     

    PANYABUNGAN – Untuk Menyemarakkan sekaligus Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal mengadakan pementasan drama perjuangan di Taman Raja Batu, Komplek Perkantoran Paya Loting, Panyabungan, Selasa (15/08).
    Drama perjuangan yang bertajuk “Laskar Djembatan Merah” terselenggara berkat kerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal dengan Lembaga Kesenian Mandailing Djeges Art. Drama Perjuangan  ini mengisahkan sebuah kisah perjuangan laskar-laskar dimasa perang kemerdekaan tahun 1945 – 1949, dimana pada masa tersebut banyak laskar-laskar perjuangan yang membentuk kesatuan sendiri dengan pangkat yang tidak ada aturan bakunya alias sesuka hati para pimpinannya. Untuk kawasan Wilayah Mandailing Natal, laskar-laskar perjuangan tersebut  berbasis di Jembatan Merah, tepatnya di tugu persimpangan jalan menuju Kotanopan dan Natal.
    Drama Perjuangan “Laskar Djembatan Merah” yang diperankan oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, para polisi pamong praja dan pemain dari tim Djeges Art ini selain menceritakan kisah perjuangan melawan penjajahan Belanda dalam merebut kemerdekaan di kawasan Mandailing, juga dibumbui kisah percintaan antara Ucok pemimpin Laskar yang diperankan oleh Bob Dimas kepada tokoh Sakdiyah yang diperankan oleh Ika Desika Nasution.
    Ditengah perjuangan melawan penjajahan Belanda, Ucok, sang pemimpin Laskar Djembatan Merah, pekerjaan sehari-harinya adalah Maling. Oleh karena itu, sang ibu tidak begitu percaya kalau anaknya waktu itu telah menjadi seorang pemimpin laskar gerilya yang berjuang melawan penjajahan Belanda.
    Di suatu masa, laskar perjuanganyang dibawah komando Ucok, berhasil menangkap Sakdiyah, karena dikira sebagai mata-mata Belanda. Atas penangkapan dirinya, Sakdiyah menjadi tahanan para laskar pejuang kemerndekaan. Namun dengan paras yang begitu cantik, sang tahanan mendapatkan perlakuan yang istimewa dari sang pemimpin komando laskar. Dan tak disangka, Ucok, Sang Komandan Pejuang pun akhirnya jatuh cinta kepada Sakdiyah.
    Cintanya Ucok, sang komandan ternyata tidak bertepuk sebelah tangan, padahal Ucok memiliki sikap yang temperamen tegas dan pemarah. Namun sang komandan pejuang pun memiliki sisi hati yang lembut, inilah yang membuat perlahan-lahan Sakdiyah mulai menyukai Ucok. Drama kisah sekelumit percintaan Ucok dan Sakdiyah di tengah perjuangan melawan penjajahan Belanda ini terlihat dari adegan pementasan drama tersebut, disaat Ucok kehilangan anggotanya yang bernama Sangkot.
    Kematian Sangkot, anggota laskarnya, ternyata sangat membuat sedih Ucok. Apalagi Sangkot meninggalkan anak kecil. Pidato Ucok saat melepas dan pemakaman mayat Sangkot, menunjukkan kehalusan perasaan Ucok. Itu yang membuat Sakdiyah makin menyukai Ucok.
    Pementasan drama ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa para pejuang kita khususnya yang berasal dari dareah Mandailing Natal yang berjuang secara gigih, tulus dan tanpa pamrih demi untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia. Namun akibat belum satu padunya para pejuang, sehingga perlawanan melawan penjajah dilaksanakan secara parsial dengan masing-masing membentuk laskar sendiri bahkan banyak yang gugur di medan pertempuran tanpa pernah tercatat nama dan perjuangannya.
  • PKK Tampilkan Drama Multatuli Pada Penutupan TTG XVII

    Tokoh Multatuli yang diperankan oleh Bob Dimas dan Saijah Ika Desika Dahlan Hasan Nasution pada saat pagelaran drama Multatuli di Taman Raja Bat Panyabungan. (Antarasumut/Holik)

     

    Panyabungan, 1/8 (Antarasumut) – Tim penggerak Pkk kabupaten Mandailing Natal tampilkan pagelaran drama Multatuli pada penutupan jambore tepat guna XVII tingkat provinsi Sumatera Utara tahun 2017 di Taman Raja Batu, Panyabungan, Selasa.

    Penampilan drama ini selain menceritakan tokoh perjuangan kolonial didalam perlawanannya terhadap kerja tanam paksa diwilayah Mandailing juga mengisahkan perjuangan seorang wanita pribumi didalam memperjuangkan hak-hak perempuan pada masa itu.

    Drama kerjasama tim penggerak Pkk kabupaten Mandailing Natal dengan lembaga kesenian daerah Djeges Art yang berdurasi sekitar 70 menit tersebut menghadirkan sebanyak 22 orang pemain.

    Pada drama ini tokoh kolonial Multatuli yang diperankan oleh Bob Dimas dan tokoh Saijah yang diperankan oleh ketua T.p. Pkk Madina, Ika Desika Dahlan Hasan Nasution tersebut berhasil menghipnotis para penonton yang turut hadir menyaksikan pagelaran itu.

    Penulis naskah Multatuli, Askolani Nasution kepada ANTARA menyampaikan, drama ini selain mengisahkan perjuangan penolakan tanam paksa dan perjungan hak-hak perempuan pribumi juga dibumbui kisah percintaan antara Multatuli dan Saijah.

    “Selain mengisahkan perjuangan hak-hak azasi manusia juga dibumbui cerita percintaan,” katanya.

    Disebutkannya, pada drama yang berlatarkan tahun 1800-an juga dikolaborasikan dengan kesenian-kesenian daerah seperti Gordang Sambilan, tari Salapan dan tari Payung.

    “Selain adegan pementasan keenian daerah Mandailing Natal juga dipertontonkan pada drama ini,” ujarnya.

    Kegiatan-kegiatan pementasan drama baik ditingkat kabupaten Mandailing Natal dan tingkat provinsi Sumatera Utara sudah sering dilakukan oleh lembaga kesenian Djeges Art, dimana pada tahun-tahun sebelumnya lembaga ini juga telah mementaskan dram Willem Iskander dan Sibaroar Nasakti ditingkat kabupaten dan provinsi.

    Sumber : www.antarasumut.com

  • Madina Kembali Juara Umum TTG

    Bupati Mandailing Natal, Drs.H.Dahlan Hasan Nasution bersama dengan Plt.Sekda, Drs.M.Syafeii Lubis dan Kadis PMD, Gozali Pulungan saat mengangkat tropi TTG di Taman Raja Batu, Panyabungan. ((Antarasumut/Holik))

     

    Panyabungan, 1/8 (Antarasumut) – Kabupaten Madailing Natal kembali menjadi juara umum di Tekhnologi Tepat Guna (TTG) XVII tingkat provinsi Sumatera Utara.

    Dalam pelaksanaan jambore Tekhnologi Tepat Guna tingkat  provinsi Sumatera Utara tahun 2017 yang dilaksanakan sejak tanggal 28 sampai 31 Agustus di Taman Raja Batu, Panyabungan Mandailing Natal tersebut kabupaten ini  berhasil meraih sebanyak lima    juara dari beberapa kategori yang diperlombakan.

    Tim penilai penyelenggara Tekhnologi Tepat Guna XVII tingkat provinsi Sumatera Utara, DR. Indra Nasution yang didampingi sekretaris, Khairin, F Simanjuntak S.sos di Taman Raja Batu, Panyabungan pada acara penutupan jambore Ttg, Senin  menyampaikan, hasil keputusan tim penilai dewan juri ini sesuai dengan surat keputusan kepala dinas Pemberdayaan  Masyarakat dan Desa provinsi Sumatera Utara  nomor  412.61.

    “Penilaian  terhadap penampilan semua stand jambore  Ttg ini dilaksanakan oleh tim penilai mulai dari tanggal  28 sampai 31 Agustus,” katanya.

    Ia mengatakan, dalam penilaian tersebut terdapat kriteria indikator dan sub indikator  yang dinilai, yang mana dalam pemenangnya tersebut  dibagi dalam tiga kategori yakni kategori kabupaten/kota, kategori dinas dan instansi serta kategori umum.

    Untuk kategori umum dalam sub kategori ornamen stand terbaik yang menjadi juara pertama adalah kabupaten Mandailing Natal sedangkan juara kedua dan ketiga  diraih oleh kota Medan dan kabupaten Serdang Bedagai.
    “Sedangkan untuk sub kategori  dekorasi stand terbaik  untuk juara pertama diraih oleh  kota Tanjung Balai dan juara dua dan tiga diraih oleh kabupaten  Toba Samosir dan kabupaten Padang Lawas Utara,” ujarnya.

    Begitu juga dengan  sub kategori  stand  favorit dan  penampilan kesenian terbaik  juara pertama juga  berhasil diraih oleh  kabupaten Mandailing Natal.

    Sedangkan juara pertama  untuk sub kategori Inovator terbaik  berhasil diraih oleh kabupaten Langkat  sedangkan juara dua dan tiga diraih  kota Tebing Tinggi dan Mandailing Natal.

    Sementara untuk pemenang juara pertama pada Inovasi Tepat Guna untuk kabupaten/kota berhasil diraih oleh kota Tebing Tinggi dan untuk juara kedua dan ketiga diraih oleh kabupaten Mandailing Natal dan Langkat.

    “Diraihnya kembali juara umum pada Ttg  tahun tahun ini merupakan kebehasilan pemerintah daerah didalam membina meningkatkan perekonomian masyarakat Mandailing Natal,” sebut Indra.

    Sumber : www.antarasumut.com

  • Bahan Bakar Kenderaan Dari Air Campur Premium Dipamerkan di TTG

    Hamidun Nasution saat menceritakan penemuan bahan bakar air campur premium kepada pengunjung pada acara TTG XVII tingkat provinsi Sumatera Utara di taman Raja Batu, Panyabungan. (Antarasumut/Holik))

     

    Panyabungan, 30/7 (Antarasumut) –  Bahan bakar kenderaan yang terdiri dari campuran air dan premium dipamerkan di stand Pemkab Madina pada acara teknologi tepat guna (TTG) XVII tingkat provinsi Sumatera Utara di taman Raja Batu, Panyabungan.

    Hamidun Nasution warga penduduk desa Gunung Tua, kecamatan Panyabungan yang merupakan penemu bahan bakar campuran air dan premium untuk kenderaan roda empat ini kepada ANTARA, Minggu menyampaikan, komposisi perbandingan campuran yang digunakan untuk kenderaan roda empat ini adalah dengan menggunakan perbandingan satu liter air untuk 10 liter premium.

    “Bahannya memang bukan air saja, tetapi ada juga campuran premiumnya yakni satu banding 10 atau satu liter air dan 10 liter premium,” ujarnya.

    Ia mengatakan, dengan campuran air dan premium tersebut nantinya akan juga dapat menghasilkan jarak tempuh dua kali lipat dari biasanya.

    “Artinya misalnya dalam 1 liter bensin jarak tempuh 8 km, dengan adanya tambahan bahan bakar air akan menjadi 16 km,” katanya. 

    Disebutkannya, untuk tenaga yang dihasilkan dari pada campuran bahan ini  juga membuat kondisi tenaga pada kenderaan menjadi normal, hal itu dikarenakan  pada kenderaan juga dipasang alat tekhnologi peralihan dari air menjadi premium.

    “Penemuan kita sudah mendapat sambutan positif dari bapak Gubernur  dan Bupati Madina pada saat peninjauannya kemarin di stand Mandailing Natal,” kata Hamidun.

    Atas penemuannnya tersebut para warga mengharapkan agar kedepannya penemuan-penemuan seperti ini dapat berkelanjutan sehingga dapat meringankan beban masyarakat khususnya para pemakai kenderaan roda empat.

    “Semoga dengan penemuan itu nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak, apalagi kalau harga Bbm nanti terus melambung, campuran bahan bakar ini nantinya  akan dibuat menjadi solusi,” harap Sopian

    Sumber : www.antarasumut.com

Close